Yang Akan Terjadi Kepada Setiap Manusia, Pengingat Bagi Muslim

Pernahkah kalian menonton seorang bayi kecil yang baru lahir? Seorang bayi begitu bergantung kepada orang lain. Dia bukan sanggup membalikkan tubuhnya sendiri, ngompol di daerah tidurnya, dan buang kotoran di area tidurnya sendiri. Dia bukan sanggup membersihkannya sendiri, kalau ibunya mampir dan membersihkannya. Dia mengidamkan minum dan makan tetapi tak sanggup bergerak, agar ibunya yang kudu merawatnya.

Dan sesudah sekian lama, bayi yang tak berdaya tersebut semakin tumbuh dewasa, sesudah itu dia mulai berpikir bahwa dirinya spesial. Dia lupa mengenai asalnya, dan mulai berpikir dirinya adalah seorang jagoan.

Dan semakin bertambah usianya, dia semakin berpikir dirinya udah berdikari. Dia mulai pergi ke gym, mulai mengenakan steroid agar ototnya membesar.

Sesudah itu singgah sebuah jaman dimana orang tersebut jadi tua, tubuhnya membungkuk. Dia terjadi bersama dengan suatu tongkat, dan ketika terbangun di pagi hari, seluruh tulangnya terasa sakit. Lalu dia jadi sakit, dan bukan mampu bergerak tanpa pertolongan, mirip layaknya ketika bayi.

Kenapa begitu? Dikarenakan Allah membuatnya bergantung terhadap orang lain, lantas Allah membuatnya berdikari, dan lantas Allah membuatnya bergantung kembali terhadap orang lain di jaman tuanya.

Lantas dia berbaring di area tidurnya didalam kondisi sakaratul maut, sedangkan malaikat maut duduk di atas kepalanya. Malaikat maut tengah tunggu untuk mengambil ruhnya. Dia memirsa sang malaikat maut, namun orang lain bukan mampu melihatnya. Dia saksikan fenomena yang sebenarnya.

Tahukah kalian bahwa aku dulu mengunjungi seseorang yang tengah sakit keras di tempat tinggal sakit. Dia berpikir dirinya akan meninggal global, tetapi Alhamdulillah, Allah membuatnya sembuh berasal dari sakitnya. Dan apakah kalian mengetahui apa yang dikatakannya padaku? Dia berkata “Maulana, bukan ringan untuk mati.”

Namun kenyataannya adalah, seluruh umat manusia sebatas singgah dan pergi meninggalkan global. Kecuali kalian pergi ke pemakaman, dan inilah mengapa Rasulullah S.A.W. bersabda bahwa kalian wajib pergi ke pemakaman, gara-gara ziarah kubur akan mengingatkan kalian terhadap kematian.  Lihatlah tulisan yang tertera di batu nisan, tertulis di sana 1835, 1825. Batu nisan memperlihatkan bahwa manusia lebih berlimpah menghabiskan waktunya di didalam kubur daripada di atas permukaan bumi.

Sesudah itu akan mampir sebuah pas dimana dia berbaring di area tidurnya, dan dia saksikan malaikat maut. Kecuali dia adalah orang yang baik didalam hidupnya, maka Allah akan memberikannya taufiq untuk mengucapkan kalimat syahadat, namun kalau bukan, maka dia akan meninggalkan global ini didalam kondisi rugi.

Dan orang tersebut akan dimandikan orang lain gara-gara bukan sanggup mandi sendiri, dan airnya bukan boleh sangat panas atau terlampau dingin, sebab dia merasakannya.

Akan singgah saat dimana mereka akan menggali lubang sedalam  2 meter, lantas mereka akan menempatkan kalian di dalamnya, menimbun kalian bersama dengan tanah, lalu kalian tinggal disana seorang diri. Bayangkanlah, sebab hal ini akan berjalan kepada tiap tiap orang.
Dan satu-satunya sahabat kalian di di dalam kubur adalah amal baik kalian. Uang, mobil, tempat tinggal, teman-teman, anak-anak, semuanya akan meninggalkan kalian.

Sebagaimana disabdakan Rasulullah S.A.W. bahwa satu-satunya yang akan tinggal bersamanya adalah amal baiknya. Kecuali kalian punyai amal baik, maka Allah akan menyelamatkan kalian.

Rasulullah S.A.W. bersabda bahwa kubur kalian adalah taman berasal dari taman surga. Ketika seseorang ditempatkan di di dalam kubur, kuburnya akan berkata kepada orang tersebut “Berasal dari seluruh orang yang dulu berlangsung di muka bumi, kau adalah orang yang paling kukasihi. Dan sekarang gara-gara kau udah singgah kepadaku, kau akan lihat bagaimana diriku menjamu dirimu.” Sesudah itu kuburnya akan meluas sejauh mata memandang, dan ventilasi berasal dari surga terbuka.

Sedangkan untuk orang yang hidup bahagia-puas dirinya, main perempuan, mabuk-mabukan… Dia sebenarnya yakin bahwa dia akan mencapai umur 50 tahunan, dan ketika dia mencapai umur 50 year, dia berjanji akan menumbuhkan jenggot, shalat di masjid, dan berhaji. Namun bukan tersedia yang sanggup menjamin. Lantas dia ditempatkan di dalam kuburnya seorang diri. Bukan akan tersedia orang yang menemaninya. Dan kuburnya akan berkata kepadanya “Di antara seluruh manusia yang dulu terjadi di muka bumi, kau adalah orang yang paling hina di mataku.” Lantas Rasulullah S.A.W. bersabda bahwa kuburnya akan menghimpitnya. Lantas Rasulullah S.A.W. saling menyilangkan jari-jarinya, dan dia bersabda bahwa tulang rusuknya akan saling menyilang sampai layaknya tersebut.
Kami berpikir udah berdikari, lantas kami berpikir bahwa kami spesial, namun Rasulullah S.A.W. bersabda bahwa ketika seseorang dibawa ke hadapan Allah S.W.T., dia akan layaknya anak sapi. 

Pernahkah kalian memirsa seekor sapi yang baru lahir? Ketika anak sapi mencoba untuk berdiri, dia terjatuh ulang, lantas dia mencoba kembali, tetapi terjatuh ulang. Rasulullah S.A.W. bersabda bahwa ketika seseorang berada di hadapan Allah S.W.T. di hari kiamat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dia akan layaknya anak sapi, kakinya bukan akan sanggup membuatnya berdiri, dia akan mencoba berdiri tetapi lantas terjatuh. Sesudah itu dia mencoba untuk bangkit ulang, tetapi lantas dia jatuh ulang.

Dan lihatlah betapa kerap kami mengelabui diri sendiri, mempercayai bahwa kami adalah orang yang spesial. Tetapi terhadap hari tersebut, tiap-tiap  manusia akan sadar betapa spesial dirinya. Gangster&Nbsp; paling berkuasa, bos penyelundup narkoba paling ditakuti, orang yang paling macho, tukang pukul, mereka seluruh akan mengerti fenomena yang sebenarnya ketika mereka lihat amal perbuatannya di hari kiamat.

Rasulullah S.A.W. bersabda bahwa sebab perbuatan buruknya dia akan menangis, hingga air matanya mengering, dan lantas dia tak akan punyai air mata kembali. Dia akan konsisten menangis hingga mengeluarkan air mata darah. Dan inilah mengapa Rasulullah S.A.W. menjelaskan hari kiamat sebagai Yaumul Hasra. Hari dimana seorang manusia akan menyesal sebab bukan mengenakan pas hidupnya untuk menyembah Allah S.W.T.

Jangan Lupa Share Lur !!!

Leave a Reply