Ramalan Kedatangan Nabi Muhammad S.A.W. di Dalam Bible

Di dalam tulisan kali ini, kami akan membahas ayat-ayat Bible yang meramalkan kedatangan Nabi Muhammad.
Pertama-Tama, mari kami mulai berasal dari Abraham (Ibrahim A.S.). Nabi Abraham A.S. (Ibrahim A.S.) adalah nabi yang dikenal oleh umat Yahudi, Kristen, dan Muslim. Itulah mengapa beberapa orang menjulukinya “Ayah berasal dari 3 kepercayaan Abrahamic.” Dan Abraham disebutkan berulang kali di didalam Al-Qur’An dan agamanya disebut sebagai agama yang sahih. Menjadi agama Abraham (Ibrahim A.S.) dan Abraham sendiri, merupakan suri tauladan yang baik bagi kami agar kami lebih bertakwa kepada Tuhan.
Didalam Bible, di didalam Kitab Kejadian disebutkan keliru satu kisah berkenaan Nabi Abraham. Ayatnya adalah:
“Aku akan mengakibatkan engkau jadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau dan juga membawa dampak namamu masyhur; dan engkau akan jadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu seluruh kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (Bible: Kejadian 12:2-3)
Suatu ayat yang terlalu menarik. Sebelum Abraham mempunyai anak, Tuhan berjanji bahwa Dia akan memberkati Abraham (Ibrahim A.S.), memberkati orang-orang yang memberkati Abraham, dan semua keluarga di bumi akan diberkati lewat Abraham.
Pertama-Tama, lihatlah kehormatan besar yang sudah Tuhan berikan kepada kekasih-nya, Abraham. Sebagaiman Alqur’An juga perlihatkan bahwa Abraham adalah Khalif Allah, layaknya kekasih Allah S.W.T. Lebih-lebih disebutkan bahwa dialah satu-satunya orang yang sahih-sahih beriman kepada Tuhan selama dia hidup, walaupun dia sendirian dan tak tersedia orang lain jika istrinya Sarah, saudara sepupunya Luth dan Hagar, dan anaknya.
Ketika Tuhan berfirman perihal “Kebesaran”, kebesaran bukan penting semata-mata di dalam jumlah rakyat sebuah bangsa. Kebesaran dan keagungan di dalam kriteria Tuhan signifikan suatu bangsa yang mematuhi Tuhan dan mengikuti ajaran-nya. Inilah yang membawa dampak seseorang jadi mulia di mata Tuhan. Inilah mengapa Abraham (Ibrahim) begitu terhormat, sebab dia begitu patuh kepada Sang Pencipta. Dan inilah mengapa Tuhan memberi kehormatan dan membuatnya mashyur sampai hari ini. Menjadi ketika Tuhan berfirman kepada Abraham “Aku akan memicu engkau jadi bangsa yang besar” tersebut vital dia akan sebabkan bangsa tersebut besar gara-gara kepatuhan dan ketaatan mereka pada Tuhan.
Hal ini menarik dikarenakan Tuhan berfirman “Engkau akan jadi berkat” dan “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau.” Menjadi aku menginginkan bertanya kepada para pembaca yang beragama Kristen. Siapakah orang-orang yang memberkati Abraham? Keliru satu yang muslim ucapkan di dalam shalatnya adalah “Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. Kama shalaita ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim. Innaka hamidun majid.” Artinya “Ya Allah, berikanlah kesejahteraan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau udah beri tambahan kesejahteraan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji kembali Maha Mulia.”&Nbsp;
Menjadi lima kali di dalam sehari ketika shalat, kita sebagai umat muslim mengirimkan salam kepada Abraham dan keluarga Abraham. Dan Tuhan berfirman bahwa Dia akan memberkati mereka yang memberkati Abraham di dalam Kitab Kejadian ayat 12:2-3. Dan kurasa bukan tersedia umat yang memuji Abraham (Ibrahim A.S.) sebanyak yang muslim jalankan, apalagi ketika kita mendengar dan mengucapkan sebutan Abraham, setelahnya kita ucapkan Alaihissalam yang signifikan “Semoga salam sejahtera senantiasa dilimpahkan Allah kepadanya.”
Dan hal ini amat vital, untuk mengetahui kejadian ketika istri Abraham melahirkan dua orang anak. Abraham punya dua anak, yang satu adalah Ishmael (Ismail A.S.) dan yang satunya kembali adalah Isaac (Ishaq A.S.). Dan anak pertama Abraham adalah Ishmael (Ismail A.S.) yang berasal berasal dari istrinya, yaitu Hagar (Siti Hajar). Menjadi Ishmael adalah anak pertama berasal dari Abraham.
Dan di dalam Kitab Kejadian 17:4 difirmankan 
“…..Inilah perjanjian-ku bersama dengan engkau: Engkau akan jadi bapa sejumlah besar bangsa.”  (Bible: Kejadian 17:4)
Dan didalam Kitab Kejadian 21:13 Tuhan menjanjikan 
“Begitu juga kepada anak budak perempuan (Bondwoman) akan Kuberikan berlimpah anak cucu agar mereka jadi sebuah bangsa. Karena ia anakmu juga.” (Bible: Kejadian 21:13)
Mari kami baca ulang Kitab Kejadian 21:13 “Begitu juga kepada anak budak perempuan (Bondwoman).” Budak perempuan tersebut adalah Hagar (Siti Hajar). Dia adalah seorang budak berasal dari Sarah, dan Sarah beri tambahan Hagar kepada Abraham untuk dinikahinya. Berasal dari pernikahan tersebut lahirlah Ishmael. Dan Tuhan berfirman didalam Kitab Kejadian 21:13 “Begitu juga kepada anak budak perempuan (Bondwoman) akan Kuberikan tak terhitung anak cucu agar mereka jadi sebuah bangsa gara-gara ia anakmu juga.” Dan ulang didalam Kitab Kejadian 21:18&Nbsp;
“Bangunlah, angkatlah anak tersebut, dan bimbinglah dia, gara-gara Aku akan sebabkan dia jadi bangsa yang besar.”  (Bible: Kejadian 21:18)
Dan udah dikenal bahwa orang Arab adalah saudara Ishmael (Ismail A.S.). Lebih-lebih, Bible menyebut orang-orang Arab sebagai Ishmaelites. Para Ishmaelite adalah orang-orang Arab. Menjadi orang Arab adalah sepupu berasal dari Bani Israel. Dan menurut Alqur’An, Ishmael adalah Nabi Tuhan, Abraham dengan Ishmael-Lah yang membangun Ka’Bah bersama dengan-mirip sebagai daerah untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Menjadi tampaknya Yesus meramalkan bahwa era lalu berasal dari Bani Israel, batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, penting nyatanya Ishmael akan jadi landasan, seseorang yang menyatukan monoteisme (Penyembahan pada Tuhan Yang Maha Esa). Dikarenakan orang-orang Yahudi menampik Yesus sebagai penyelamat mereka, bersama begitu 10 Perintah Allah berakhir dan diwariskan kepada saudara Ishmael.&Nbsp;
Dan terhadap zaman Yesus, tampak terlampau mengerti menurut gospel bahwa para Yahudi mengharapkan 3 orang nabi yang akan singgah dan sebab itu mereka bertanya kepada Yohanes Pembabtis di dalam Kitab Yohanes di dalam 1:21
“Apakah kau Kristus?” Apakah kau Elia? Apakah kau nabi tersebut?” (Bible: Yohanes 1:21)
Menjadi terlalu mengetahui 3 nabi yang mereka tanyakan adalah “Sang Messiah, sang Elia yang seharusnya mampir kembali, dan sang nabi.” Dan pasti Yesus adalah seorang messiah. Yesus juga mengatakan bahwa Yohanes Pembabtis adalah Elia. Menjadi tersedia satu kembali yang belum berkunjung yaitu “Nabi tersebut.”
Nabi tersebut merujuk kepada ramalan didalam kitab Ulangan bab 18:18&Nbsp;
“Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka tersebut baik. Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka berasal dari antara saudara mereka, layaknya engkau ini; Aku akan menaruh firman-ku di dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang bukan mendengarkan segala firman-ku yang akan diucapkan nabi tersebut demi sebutan-ku, berasal dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.” &Nbsp;
(Bible: Ulangan 18:18)
Didalam ayat di atas, Tuhan berbicara kepada Musa bahwa Dia akan mengirimkan seorang nabi, yang serupa layaknya Musa, yang taat terhadap Tuhan. Bagi orang-orang yang bukan mengikutinya, maka Tuhan akan meminta pertanggung jawaban berasal dari mereka dan Tuhan akan membalas dendam terhadap orang-orang tersebut. Menjadi benar-benar sadar “Nabi tersebut” yang mereka harapkan. Menjadi messiah udah berkunjung, Elia udah mampir, namun tinggal satu kembali yang belum berkunjung yaitu “Nabi tersebut.”
Siapa nabi tersebut yang udah diramalkan di 18:18? Dikatakan bahwa “Berasal dari saudara mereka.” Siapa saudara berasal dari Bani Israel? Kami bisa mengetahuinya berasal dari Kitab Kejadian 16:12 dan juga Kitab Kejadian 25:18. Seluruh ayat ini mengacu kepada Israelites (Bani Israel) sebagai saudara berasal dari Ishmaelites.
Dan di dalam kamus Bahasa Ibrani Bible, dijelaskan bahwa 
“Saudara ” signifikan sekumpulan orang yang mengacu terhadap kerabat dekat berasal dari Israelites (Bani Israel).”
Mari kami baca Collins Dictionary of the Bible, ini adalah buku yang amat menarik. Mari baca apa yang dikatakan di sini 
“Sebagai negarawan dan pembuat hukum, Musa-Lah yang membangkitkan orang-orang Yahudi. Dia menemukan komunitas orang-orang Semitik yang lemah dan sebatas jadi budak, yang ilmu agamanya didalam suasana bingung. Dia memicu mereka bangkit dan membentuk mereka jadi bangsa bersama dengan hukum, rasa kebangsaan, dan rasa sebagai orang-orang pilihan Tuhan yang Maha Kuasa. Satu-Satunya orang didalam sejarah yang sanggup dibandingkan bersama dengan Musa adalah Muhammad.” (Collins Dictionary of the Bible)
Pernyataan yang menakjubkan! Satu-Satunya orang yang bisa disamakan bersama Musa adalah Muhammad.
Berasal dari saudara berasal dari Israelites, dia akan membangkitkan seorang nabi. Tiap-tiap kali Alqur’An memulai surat baru, dimulai bersama dengan ucapan “Bismillahirrahmanirrahim” (Bersama menyebut julukan Allah Yang Maha Pengasih Kembali Maha Penyayang) dan yang dikatakan Kitab Ulangan 18:18 “Dia akan menyebut julukan-ku, firman yang Kuucapkan, dia akan mengucapkannya.” Alqur’An berfirman bahwa Nabi Muhammad bukan dulu bersabda berasal dari hasratnya sendiri, dia bukan berbicara berasal dari pikirannya,  terkecuali berasal dari wahyu yang diturunkan Allah, tepat layaknya yang udah diramalkan didalam Kitab Ulangan 18:18.&Nbsp;
Pasti saja Yesus bukan layaknya Musa. Berikut ini adalah kemiripan antara Muhammad dan Musa:Yesus terlahir tanpa seorang ayah dan ini merupakan suatu mukjizat, tapi Muhammad dan Musa mirip-mirip punya ayah. yesus diasuh oleh ibunya, namun Musa dan Muhammad udah tak miliki ibu semenjak masih kecil.yesus adalah pengikut berasal dari hukum mosaic, dimana Musa membawa hukum baru dan Muhammad S.A.W. juga membawa hukum yang baru. musa terasing dan Muhammad juga terasing.musa merupakan pemimpin berasal dari kaumnya dan juga seorang nabi. Muhammad juga pemimpin berasal dari kaumnya dan seorang nabi. musa merupakan saudara Ishmaelites. Begitu juga Muhammad yang merupakan saudara Ishmaelites.

Menjadi ketika kami membandingkan antara Musa dan Muhammad, maka kami mengerti bahwa kedua nabi ini begitu sama. Mereka mirip-serupa berdakwah bahwa sebatas tersedia satu Tuhan, Tuhan bukan layaknya kreasi-nya, dan kau seharusnya tunduk terhadap hukum Tuhan. Inilah yang Musa ajarkan, inilah yang Muhammad ajarkan, dan Yesus juga mengajarkan demikian.

Jangan Lupa Share Lur !!!

Leave a Reply