Misteri Penyaliban Yesus

Didalam tulisan kali ini, aku akan membahas rahasia dibalik momen penyaliban. Begitu tak terhitung kontroversi dibalik momen penyaliban.
Di dalam tulisan sebelumnya, aku telah membahas berkenaan konsep dosa warisan. Konsep dosa warisan bukan tersedia didalam Yudaisme, Islam, dan apalagi Kristen Timur bukan setuju dengannya. Kecuali memang dosa warisan tersebut telah tersedia semenjak pernah, maka seharusnya konsep ini konsisten tersedia terhadap umat manusia sepanjang zaman, para Yahudi dan Kristen Timur pasti bukan akan menyangkalnya, sebab tersebut udah tertulis di dalam kitab kudus. Tetapi mereka bukan setuju bersama konsep ini dikarenakan bukan menemukan bukti-bukti didalam Bible.&Nbsp;
Yesus Kristus bersama dengan tahu bukan mengajarkannya dan dia berkata bahwa anak-anak adalah pewaris kerajaan surga. Menjadi bagaimana barangkali anak-anak mewarisi kerajaan surga jikalau mereka ternoda oleh dosa warisan?
Kami juga jelas bahwa Yesus Kristus adalah seorang Rabbi dan dia mengikuti hukum Perjanjian Lama. Kami melihat di dalam Ezekiel yang tunjukkan bahwa “Seorang anak bukan akan menanggung dosa bapaknya dan sang bapak tak akan menanggung dosa anaknya.” Menjadi amat paham, jikalau seorang anak bukan akan menanggung dosa bapaknya, menjadi bagaimana barangkali sebuah dosa bisa diwariskan? Terkecuali konsep dosa warisan bukan mampu dibenarkan, untuk apa gunanya penyaliban? Alasannya adalah Tuhan membutuhkan pengorbanan untuk menebus dosa manusia. Namun didalam Hosea 6:6 kami menemukan Tuhan berfirman “Gara-gara Aku menyukai kasih setia, dan tidak korban…” Ajaran ini berasal berasal dari Perjanjian Lama, tetapi kau paham bahwa hal ini juga diulang di di dalam Perjanjian Baru, Matius 9:13.
Menjadi mengapa para Kristen mengajarkan bahwa Yesus Kristus wajib dikorbankan ketika Tuhan sendiri menyebutkan bahwa Dia menghendaki kasih setia tidak pengorbanan. Di dalam&Nbsp; Ibrani 5:7 tertulis
“Didalam hidupnya sebagai manusia, Yesus udah mempersembahkan doa dan permohonan bersama dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang mampu menyelamatkannya berasal dari maut, dan dikarenakan kesalehannya Ia udah didengarkan.”
Bukankah berdasarkan ayat di atas vital Tuhan udah menjawab do’anya? Dikatakan “Sebab kesalehannya.” Apakah kemungkinan artinya Tuhan menampik do’a sebab kesalehannya? Pasti saja bukan. Dan terhadap saat tersebut Yesus berdo’a supaya dia diselamatkan. Dan kami diberitahu didalam Ibrani 5:7 bahwa Tuhan menjawab do’anya. Terkecuali hal ini signifikan bahwa Yesus Kristus bukan dulu disalib, maka pemahaman umat Kristen selama ini udah keliru.
Menurut teologi Kristen, penyaliban Yesus adalah untuk menebus dosa warisan yang diderita umat manusia. Namun kalau bukan tersedia dosa warisan, maka apa perlunya penyaliban Yesus?
Lebih-lebih sebelum terjadinya penyaliban, kami menemukan pertentangan. Didalam tidak benar satu gospel dikatakan bahwa Yesus Kristus menggunakan jubah merah tua tetapi di dalam gospel yang lain dikatakan warnanya ungu. Di dalam tidak benar satu gospel dikatakan ketika disalib, Yesus diberi minum anggur yang punya kandungan empedu, tetapi di dalam gospel yang lain dikatakan mempunyai kandungan mur. Di dalam keliru satu gospel dikatakan bahwa Yesus disalib terhadap jam 9 namun di dalam gospel yang lain dikatakan bahwa Yesus disalib terhadap jam 12.
Dan tersedia tak terhitung pertentangan lainnya. Bacalah keempat Gospel dan bandingkan satu serupa lain, sesudah itu bacalah mengenai apa yang berlangsung sesudah penyaliban. Aku akan membacakannya untukmu.
Siapa yang pergi ke makam? Menurut Matius, Maria Magdalena dan Maria yang lain. Menurut Markus, yang pergi adalah Maria Magdalena, ibunya James, dan Salom. Menurut Lukas, seorang wanita yang singgah dengannya berasal dari Galilea dan seorang wanita yang lain. Menurut Yohanes, Maria Magdalena. Menjadi disini kami saksikan 4 buah klarifikasi dan saling bertentangan.
Kenapa mereka pergi ke makam? Menurut Matius, untuk menyaksikan makam. Menurut Markus, mereka membawa rempah-rempah. Menurut Lukas, mereka membawa rempah-rempah. Menurut Yohanes, bukan disebutkan alasannya.
Apakah tersedia gempa bumi? Menurut Matius, tersedia gempa bumi. Namun menurut Markus, Lukas, dan Yohanes, bukan disebutkan.
Apakah seorang malaikat turun? Menurut Matius, Ya. Namun menurut Markus, Lukas, dan Yohanes, bukan disebutkan. Apakah bisa saja ketiga penulis Gospel bukan menyadarinya dan hanyalah satu saja yang tahu? Tetapi nyatanya mereka bukan mengetahui adanya gempa bumi, adanya malaikat, dan bukan tersedia seorang pun diantara mereka yang mengatakan “Hey, hey, kau lupa menuliskan gempa bumi dan malaikat.” Menurut perhitunganku, vital 3 voting melawan 1 bahwa hal itu bukan berlangsung.
Siapa yang membalikkan batunya? Menurut Matius, seorang malaikat yang tadi dia sebutkan. Menurut Markus, Lukas, dan Yohanes, mereka lebih-lebih bukan menyebutkan siapa yang membalikkan batunya. Dan mereka juga bukan menyebutkan adanya malaikat. 
Siapa yang berada di makam? Menurut Matius, seorang malaikat. Menurut Markus, seorang anak muda. Menurut Lukas, 2 orang pria. Menurut Yohanes, 2 orang malaikat. Hmmm… menjadi semuanya saling bertentangan.
Dimana mereka? Menurut Matius, malaikatnya duduk di atas batu di luar makam. Menurut Markus, anak muda tersebut berada DI DI DALAM makam dan duduk di sebelah kanan. Menurut Lukas, dua orang tersebut berada di di dalam makam dan berdiri di sisinya. Menurut Yohanes, kedua malaikat tersebut duduk, yang satu di kepalanya dan yang satunya kembali berada di kaki atau di badan Yesus.
Oleh siapa dan dimana pertama kali Yesus Kristus terlihat sesudah penyaliban? Menurut Matius, Maria Magdalena dan Maria lainnya yang tengah di dalam perjalanan untuk memberitahu para murid Yesus. Menurut Markus, hanyalah Maria Magdalena. Maria yang satu ulang bukan disebutkan. Menurut Lukas, 2 orang muridnya yang tengah di dalam perjalanan ke desa Emmaus yang berjarak 7 mil jauhnya berasal dari Yerusalem. Tetapi menurut Yohanes, yang menonton Yesus sesudah kebangkitannya adalah Maria Magdalena di luar makam.
Menjadi bagaimana barangkali kami membenarkan kontradiksi ini? Bagaimana bisa saja kami membenarkan keliru satu Gospel dimana masing-masingnya dianggap sebagai firman Tuhan? Lebih-lebih kesemua Gospel ini bukan diketahui siapa penulisnya dan siapa yang mengkanonkan kitab ini terlampau diragukan. Diperparah bersama dengan fakta bahwa keempat Gospel saling bertentangan. Mereka bukan disesuaikan lebih-lebih didalam kejadian-kejadian yang amat paham dan konkret, yang tentu disaksikan oleh para penulis Gospel, misalnya, seorang malaikat, gempa bumi, siapa orang pertama yang menyaksikan Yesus Kristus, dan dimana? Bayangkanlah, misalnya Yesus Kristus memang bangkit berasal dari kematian. Tentu orang pertama yang melihatnya akan memberitahu seluruh orang tentang moment kebangkitan Yesus dan dia tentu jadi terkenal.
Coba kami bandingkan bersama dengan umat Muslim yang merayakan Bulan Ramadhan bersama dengan berpuasa. Permulaan Ramadhan dan kapan berakhirnya ditentukan berdasarkan terlihatnya bulan. Terlihatnya bulan terhadap akhir Ramadhan mengakhiri puasa dan mengawali Idul Fitri. Orang pertama yang saksikan bulan jadi pahlawan bagi kaumnya. Dia menjadi terkenal sebab dialah yang pertama kali menonton bulan, agar hari Idul Fitri akan langsung dimulai. &Nbsp;
Namun apakah kami mampu yakin bahwa seseorang lihat Yesus Kristus yang bangkit ulang dan bukan merasa bahwa tersebut patut dirayakan? Jikalau dibandingkan, tiap tiap umat muslim di lingkungan tersebut memahami siapa orang pertama yang menyaksikan bulan di akhir Ramadhan, tetapi berdasarkan Gospel kami bukan mengetahui orang pertama yang sudah memirsa Yesus Kristus sehabis dia bangkit berasal dari kematian? 

Ini adalah topik yang signifikan dan kami akan membahasnya di dalam tulisan berikutnya. Terkecuali kau mempunyai pertanyaan lebih lanjut, tolong kunjungi web-ku www.leveltruth.com dan kalau kau menghendaki membaca suatu novel aksi dan petualangan, sesuatu yang enak dibaca yang akan kau sukai, kunjungi www.eighthscroll.com. The Eighth Scroll adalah novel aksi dan petualangan yang menceritakan perihal Naskah Bahari Mati yang bersetting di Tanah Kudus dan dia merupakan buku aksi yang berirama cepat tetapi terhadap pas yang mirip dia juga membahas persoalan antara Kristen dan Islam.

Jangan Lupa Share Lur !!!

Leave a Reply