Ketuhanan Yesus Kristus

Di dalam tulisan kali ini, aku akan membahas terkait trinitas dan “Ketuhanan Yesus Kristus.” Menjadi kami akan lagi membahas trinitas.
Di dalam tulisan yang lalu, kami telah beri tambahan bantahan pada argumen-argumen yang menopang trinitas berupa ayat berasal dari I Yohanes 5:7-8. Dan para sarjana Kristen modern udah membuang ayat ini jauh-jauh dikarenakan ayat ini diketahui sebagai sisipan yang menyesatkan. Ayat ini juga udah dihapus berasal dari Bible-Bible versi baru.
Dikarenakan argumen mereka didalam I Yohanes 5:7-8 udah terbantahkan, maka mereka melacak argumen lainnya. Menurut The New Catholic Encyclopedia
“Di dalam Gospel, argumen yang menolong trinitas cuman ditemukan secara mengetahui didalam ayat Matius 28:19.”
Didalam ayat ini, Yesus tercatat menyuruh murid-muridnya “Gara-gara tersebut pergilah, jadikanlah seluruh bangsa muridku dan baptislah mereka di dalam sebutan Bapa dan Anak dan Roh Suci.”
Pertama-Tama, menaruh 3 sebutan di dalam 1 kalimat bukan vital hal tersebut satu hakikat. Ketika kami mengatakan singa, macan, dan beruang, maka maksudnya adalah seekor singa, seekor macan, dan seekor beruang? 3 type binatang yang berbeda. Menjadi walaupun ayatnya mengatakan “Baptislah di dalam sebutan Bapa, Anak, dan Roh Suci” tidak penting ketiganya adalah satu.
Didalam Matius 16:15, Yesus Kristus mengirim murid-muridnya untuk membaptis, namun disitu bukan disebutkan Bapa, Anak, dan Roh Suci. Menjadi yang mana di antara kedua ayat ini yang sahih? Kami bukan sadar. Tetapi jikalau kami saksikan apa yang dijalankan murid-murid Yesus, mereka malah membaptis di dalam sebutan Yesus Kristus. Ini artinya bahwa mereka bukan melaksanakan disesuaikan yang diperintahkan. Sanggup juga penting ayat Matius 28:19 adalah ayat palsu.
Argumen lainnya tersedia didalam Yohanes 14:9. Didalam ayat tersebut, diduga Yesus berkata “Barangsiapa udah lihat aku, ia sudah memirsa Bapa.” Apa artinya ayat ini? Ini hanya kata-kata metafor, yang vital bahwa kau lihat seseorang yang mewakili wahyu yang disampaikan berasal dari Bapa, gara-gara didalam Yohanes 5:37 tertulis:
“Anda bukan dulu mendengar nada-nya, rupa-nyapun bukan dulu anda melihat”
Yesus Kristus mengatakan bukan tersedia yang dapat saksikan melodi atau rupa Tuhan, sedangkan dia berdiri di depan mereka, memberitahu mereka bersama suaranya sendiri. Menjadi terkecuali mereka mendengar nada Yesus dan dia mengatakan bukan tersedia yang dulu mendengar nada-nya, tentu Yesus Kristus bukanlah Tuhan. Dan Yesus berkata “Rupa-Nyapun bukan dulu anda memirsa” sedangkan mereka tengah lihat Yesus Kristus.
Lantas umat Kristen mengajukan Yohanes 10:30 sebagai argumen, “Aku dan Bapa adalah satu.” Sekali ulang ini adalah kata-kata metafor, sebab Yohanes 17:11 berbunyi:
“Ya Bapa yang suci, peliharalah mereka di dalam julukan-mu, yaitu julukan-mu yang udah Engkau berikan kepadaku, agar mereka jadi satu mirip layaknya kami.”
Oke, menjadi sekarang kau bukan mampu yakin terhadap prinsip trinitas, dikarenakan kau perlu  memasukkan seluruh pengikut Yesus, sebab Yesus berkata “Sehingga mereka jadi satu mirip layaknya kami.”
Didalam Yohanes 17:21 kata-kata metafor ini diperkuat ulang bersama pernyataan:
sehingga mereka seluruh jadi satu, serupa layaknya Engkau, ya Bapa, di di dalam Aku dan Aku di didalam Engkau, supaya mereka juga di didalam Kami, agar global yakin, bahwa Engkaulah yang udah mengutus Aku.
Terkecuali kami mengatakan “Aku dan Bapa adalah satu” yang vital Yesus adalah satu hakikat bersama dengan Bapa, bantahannya adalah kedua ayat di atas yang berbunyi “Agar mereka jadi satu serupa layaknya kami.”
Bersama sadar Yohanes 10:30 adalah kata-kata metafora. Dan, para Yahudi ketika mereka mendengar ayat ini, mereka merespon bersama dengan mengambil batu-batuan untuk menimpuki Yesus. Dan apa kata Yesus? Dia bertanya kepada mereka,
“Tak terhitung pekerjaan baik yang berasal berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang mengakibatkan anda mau melempari Aku?” Jawab orang-orang Yahudi tersebut: “Tidak sebab sebuah pekerjaan baik maka kita mau melempari Engkau, melainkan gara-gara Engkau menghujat Allah dan gara-gara Engkau, sekalipun hanyalah seorang manusia saja, menyamakan diri-mu bersama Allah.” (Yohanes 10:32-33)
Tempatkan dirimu didalam kondisi layaknya tersebut. Jikalau kau adalah Tuhan yang Maha Kuasa, maka kau bukan akan takut hanyalah gara-gara ditimpuki bebatuan. Namun Yesus malah memberitahu mereka “Kau tidak benar sadar” lantas dia menjelaskan bahwa di dalam istilah Yahudi, kata-kata tersebut adalah metafora, dan para Yahudi memang memanggil hakim-hakim mereka bersama dengan nama “Tuhan.
Apakah hal ini mengejutkanmu? Dimanapun, kau saksikan seluruh orang memakai kata-kata metafora ini . Lebih-lebih aku punya teman kampus yang memanggilku “Tuhan”. Sebuah hari aku tengah laksanakan pembedahan katarak dan orang ini mengatakan “Dr. Brown adalah tuhan di dalam operasi bedah katarak.” Audzubillah. Aku merasa terganggu mendengar kata-kata orang tersebut, dikarenakan tersebut adalah penghinaan kepada Tuhan. Tetapi betapa kerap kami mendengar orang-orang berkata “Orang ini begitu mahir di dalam urusan ini dan tersebut, dia layaknya tuhan.”
Sebenarnya di di dalam Al-Quran tersedia ayat yang menjelaskan perihal seluruh ini.
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah keliru seorang berasal dari yang tiga”, padahal sekali-kali bukan tersedia Tuhan tak hanya berasal dari Tuhan Yang Esa. Kalau mereka bukan berhenti berasal dari apa yang mereka katakan tersebut, tentu orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.  (Q.S. Al-Maaidah:73)
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa layaknya anda, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan anda tersebut adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan bersama Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun di dalam beribadat kepada Tuhannya.” (Q.S. Al-Kahfi:110)
Menjadi siapa kembali yang menyebarkan pesan Tuhanmu Maha Esa? Dialah Yesus Kristus. Didalam 3 daerah di Bible, Yesus berkata “Ketahuilah wahai Israel, Tuhanmu adalah satu.” Menjadi ini tidak saja pesan Al-Qur’An namun juga pesan Yesus Kristus dan seluruh nabi sebelumnya.
Menyaksikan saja di didalam Bible bahwa sebenarnya Yesus Kristus menampik keilahiannya. Didalam Matius, Markus, dan Lukas, Yesus mengucapkan sebagai berikut:
“Kenapa kau menyebutku baik? Bukan tersedia yang baik terkecuali Tuhan yang satu.”
Didalam Yohanes 14:28:
Anda sudah mendengar, bahwa aku udah berkata kepadamu: aku pergi, tapi aku berkunjung ulang kepadamu. Sekiranya anda mengasihi aku, anda pasti akan bersukacita dikarenakan aku pergi kepada Bapa-Ku, gara-gara Bapa lebih besar berasal dari terhadap aku.
Kalau Yesus adalah Tuhan, bagaimana bisa saja Tuhan lebih besar daripada dia?
Didalam Yohanes 8:28:
“Aku bukan berbuat apa-apa berasal dari diri-ku sendiri, namun aku berbicara perihal hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-ku.”
Dalamyohanes 5:19:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sang Anak (Yesus) bukan bisa mengerjakan sesuatu berasal dari dirinya sendiri.”
Tersedia tak terhitung ayat-ayat mirip dan aku bukan akan menuliskan semuanya, aku akan lewatkan saja hingga bagian ketika Yesus berkata:
“Perintah Tuhan yang paling primer adalah: Dengarlah wahai Israel, Tuhan kami adalah satu.”
Di didalam Markus 13:32:
“Namun berkenaan hari atau pas tersebut bukan seorangpun yang jelas, malaikat-malaikat di surga bukan, dan Anakpun bukan, sekedar Bapa saja.”
Di didalam Lukas 4:8:
“Tapi Yesus berkata kepadanya: “Tersedia tertulis: Engkau mesti menyembah Tuhan, Allahmu, dan cuman kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Menjadi tersedia tak terhitung ayat dimana Yesus Kristus mengatakan bahwa dia bukanlah Tuhan. Dia adalah hamba Tuhan. Sebanyak 88 kali di di dalam Bible dia mengatakan bahwa dirinya anak manusia, bukan dulu sekalipun dia menyebut dirinya anak Tuhan secara harfiah.
Kecuali kalian masih belum yakin, aku akan menuliskan satu ayat kembali:
Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana terkecuali di area asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” (Markus 6:4)
Dia menyebut dirinya seorang nabi. Kami mesti yakin perkataannya dikarenakan dia berkata “Dikarenakan tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh terkecuali bukan di Yerusalem.”? Dia membicarakan mengenai dirinya sendiri, seorang manusia dan seorang nabi.
Menurut kamus Bible, satu-satunya ayat Perjanjian Baru yang menolong doktrin menjelmanya Tuhan jadi manusia adalah I Timotius 3:16. Namun menurut Bart D. Ehrman yang merupakan sarjana Kristen yang terkenal, dia berkomentar:
“Ayat yang tegas ini kemungkinan disetujui oleh Paulus, namun sebenarnya kami sudah ditipu oleh Bible zaman sekarang dikarenakan kata-kata aslinya diubah jadi kata “Tuhan” di Konstantinopel terhadap awal abad ke-6. Ayat yang orisinil bisa dibaca di dalam versi Latin, Siria, dan bahasa Yunani. Dan ayat palsu ini “Dengannya tersedia 3 yang jadi saksi…” yang ditemukan di dalam I Yohanes bersama menakjubkan ditemukan oleh Sir Isaac Newton. Lebih dari satu ayat didalam Perjanjian baru sudah diubah untuk mengutamakan doktrin dimana Yesus sendiri menentangnya. Penulis terhadap era sesudah itu sudah mengubah tulisannya menjadi bukan ulang dibaca “Siapa” tetapi jadi “Tuhan yang menampakkan diri didalam rupa manusia.” Ini penting para penulis Bible mengubah teksnya untuk utamakan keilahian Yesus. Sebenarnya didalam manuskrip aslinya tertulis “Siapa yang menampakkan diri didalam rupa manusia?” tanpa dulu menyebut Yesus sebagai Tuhan. Bersamaan Wettstein melanjutkan investigasinya, dia menemukan ayat lain yang secara tipikal digunakan untuk menegaskan doktrin berkenaan keilahian Yesus yang terhadap faktanya mengalami persoalan tekstual; ketika persoalan ini terselesaikan didalam penelitian kritik-teks, di dalam segudang masalah, ayat-ayat yang membuktikan keilahian Yesus dihapus.”
Menjadi I Timotius 3:16 adalah ayat palsu, namun itulah kenyataannya.
Faktanya ketika kami membaca Bible, maka kami mengerti bahwa Yesus sebatas manusia biasa. Kami membaca perihal seorang bayi (Yesus) yang terlahir ke global ini bersama dengan cara dilahirkan, terlahir ke global ini bersama dengan pecahnya ketuban, seorang bayi yang dirawat oleh ibunya, dan juga butuh makanan dan perawatan. Seorang bayi yang tumbuh jadi manusia normal yang memakan makanan dan meminum minuman, dan pasti saja dia juga kudu ke kamar mandi. Seluruh ini adalah tanda-tanda cii-ciri alami manusia.
Ini bukanlah karakter Tuhan gara-gara Tuhan bukan wajib apapun. Tuhan kemungkinan suka sebab perbuatan baik dan ibadah kami, tetapi Dia bukan butuh apapun berasal dari kami.
Namun Yesus membutuhkan makanan berasal dari ibunya, dia butuh perawatan. Dia membutuhkannya sehingga sanggup tumbuh dewasa.
Dia juga berdo’a. Kalau dia Tuhan, maka dia berdo’a kepada siapa dan mengapa dia berdo’a? Dia berdo’a sehingga diselamatkan berasal dari penganiayaan yang sanggup menimpanya. Tuhan yang Maha Kuasa berdo’a supaya diselamatkan kepada siapa?
Tuhan Maha Jelas namun di di dalam Markus 5:30, Yesus lebih-lebih bukan menyadari siapa yang menyentuh pakaiannya.
Tuhan tersebut Maha Kuasa tetapi di dalam Markus 6:5 dikatakan bahwa Yesus bukan mampu memperlihatkan mukjizat apapun terhadap saat tersebut.
Didalam Markus 8:22-25 Yesus gagal menyembuhkan orang yang buta terhadap selagi pertama kali mencobanya, dan seharusnya Tuhan bukan dulu gagal.
Tuhan bukan dulu melemah tetapi Yesus membutuhkan energi. Para malaikat memberinya energi di dalam Markus 1:13 dan Lukas 22:43.
Yesus tidur tetapi Tuhan bukan dulu tidur.
Yesus digoda oleh setan namun didalam Yakobus 1:13 dikatakan bahwa Tuhan bukan mampu digoda oleh kejahatan.
Yesus berdo’a dan bersyukur, dia berpuasa, dia membawa ajaran Tuhan namun terhadap kelanjutannya dia menderita penghinaan, penyiksaan di tangan penguasa yang lalim, dan seluruh ini membuktikan karakter seorang manusia.

Seluruh yang kutulis berasal berasal dari buku pertamaku Misgod’Ed. Buku ini bisa dibeli lewat amazon.com atau kau mampu membaca beberapa darinya di web site-ku leveltruth.com seiring bersama artikel dan bab-bab yang belum dipublikasikan. Seluruh ini sanggup kau temukan di websiteku dan masih tak terhitung kembali yang lainnya. Menjadi maaf jikalau aku melewatkan sebagian bagian dan hanyalah mencoba menjelaskan hal-hal yang paling berarti, sebab kami bukan dapat membahas semuanya.

Jangan Lupa Share Lur !!!

Leave a Reply