Embriologi Manusia Menurut Al’Quran

Ilmu ilmiah tergantung terhadap kemajuan kabar. Kami sebatas sanggup tahu ketika hal tersebut udah diteliti. Untuk jalankan penelitian, maka diperlukan juga perangkat teknologi dan berita yang lumayan.
Misalnya, berapa berlimpah yang sanggup kami ketahui berkaitan kosmologi jikalau kami bukan punya teleskop yang canggih dan pengetahuan didalam bidang astronomi? Bagaimana bisa saja kami sanggup mengeahui berkenaan proses pembentukan bumi tanpa alat canggih yang dapat mengukurnya? Bagaimana kemungkinan kami mengetahui berkaitan proses pertumbuhan embrio manusia tanpa alat-alat kedokteran yang canggih? Menjadi seluruh ini bergantung terhadap kemajuan teknologi yang tersedia terhadap zaman eksklusif.
Sekarang, bagaimana jikalau tersedia suatu kitab antik berusia 1.400 tahunan, dan kitab ini sanggup mengungkapkan fakta-fakta ilmiah yang baru saja ditemukan para ilmuwan? Kemungkinan terhadap zaman sekarang kami baru mengetahuinya, tetapi bukan bisa saja tersedia orang yang menyadari mengenai hal tersebut terhadap era 1.400 tahunan yang lalu.
Maka pasti hal ini menimbulkan pertanyaan. Berasal dari mana kabar itu berasal? Bagaimana bisa saja di didalam suatu kitab yang terlalu antik terdapat ilmu yang begitu modern? Dan kami sadar bahwa Al-Qur’An merupakan suatu mukjizat untuk sepanjang zaman.
Terhadap tulisan sebelumnya, kami udah membahas mukjizat tata bahasa Al-Qur’An. Bagi orang-orang Arab terhadap zaman nabi Muhammad, struktur tata bahasa Al-Qur’An merupakan mukjizat. Mereka&Nbsp; memadai mendengarkan Al-Qur’An dan segera memeluk Islam. Mereka menyadari bahwa bukan tersedia manusia yang bisa menandingi Al-Qur’An.
Tetapi kami tidak orang Arab. Menjadi mukjizat tata bahasa Al-Qur’An bukan amat memicu kami terpesona. Dikarenakan sesuatu yang kami anggap berarti terhadap jaman sekarang belum pasti merupakan sesuatu yang orang-orang Arab anggap vital 1.400 tahunan yang lalu. Dan orang-orang Arab begitu mementingkan puisi dan bahasa. Mereka begitu bangga bersama kemampuan bahasa mereka.
Tetapi terhadap jaman sekarang, kami begitu bangga bersama dengan pengetahuan ilmu. Pencapaian pengetahuan ilmu merupakan tidak benar satu kelebihan peradaban Barat.
Apalagi universitas area kami studi diatur berdasarkan pola forum Barat. Bahasa Inggris adalah Franco Lingua, bahasa internasional dan merupakan bahasa yang digunakan di dalam karya-karya ilmiah.
Sekarang, kami akan membahas lebih dari satu ayat didalam Al-Qur’An yang udah terbukti bersamaan bersama ilmu ilmiah modern.
Sebelum kami membahasnya, saya dambakan memberitahu bahwa Al-Qur’An bukanlah suatu kitab ilmiah. Al-Qur’An adalah suatu kitab petunjuk. Di dalam Al-Qur’An, Allah berfirman:
“Alif laam miim. Dzalikal kitabu la raybafi hudallil muttakin.”

(Alif laam miim. Ini adalah kitab yang tanpa tersedia keraguan di dalamnya dan merupakan petunjuk bagi orang-orang yang beriman.)
Menjadi Al-Qur’An terhadap dasarnya merupakan suatu kitab petunjuk yang mengajarkan kami berkenaan Allah. Hal-Hal yang diajarkan didalam Al-Qur’An diantaranya adalah:bahwa semata-mata tersedia satu Tuhan yang layak disembah dan Muhammad S.A.W. adalah utusan-nya.al-qur’an mengajarkan bagaimana cara menjalin interaksi antar sesama manusia.al-qur’an mengisahkan berkaitan kisah berasal dari orang-orang beriman terdahulu supaya kehidupan mereka sanggup jadi suri tauladan yang baik bagi kami.al-qur’an memperingatkan kami berasal dari orang-orang yang melanggar perintah Tuhan.Al-Qur’An memperingatkan berkaitan apa yang akan berjalan terhadap orang-orang yang bukan beriman.al-qur’an adalah kitab hukum yang jadi panduan bagi manusia.
Menjadi Al-Qur’An tidak suatu kitab pengetahuan ilmu, namun merupakan kitab petunjuk yang diwahyukan Allah. Dikarenakan Allah-Lah yang menciptakan alam semesta beserta segala isinya, maka kitab yang berasal berasal dari-nya kudu terus bersama fakta-fakta ilmiah.
Menjadi saya sudah memilih ayat-ayat Al-Qur’An yang menakjubkan. Dan saya ingat ketika pertama kali membaca Al-Qur’An, keliru satu hal yang mengakibatkan saya kagum adalah bukan adanya kisah-kisah imajinasi yang barangkali besar tertulis di didalam suatu kitab antik berusia 1.400 tahunan. Lebih-lebih saya menemukan fakta-fakta ilmiah yang mengejutkan di di dalam Al-Qur’An.
Tidak benar satu fakta ilmiah di di dalam Al-Qur’An adalah ayat yang menceritakan berkenaan pertumbuhan janin manusia. Jikalau kami memirsa apa suasana pengetahuan ilmu terhadap jaman Nabi Muhammad S.A.W., maka kamu akan amat percaya bahwa Al-Qur’An memang firman Tuhan. Dikarenakan suatu karya yang dibuat oleh manusia pastinya mencerminkan gagasan-gagasan yang lazim terhadap zaman tersebut. Kalau Muhammad S.A.W. yang mengarang-ngarang Al-Qur’An, tentu dia akan mengambil gagasan orang-orang terhadap zaman tersebut.
Misalnya teori Aristoteles. Aristoteles adalah tidak benar satu orang pertama yang lakukan penyelidikan ilmiah dan berteori mengenai asal-usul kehidupan manusia. Dan teorinya sudah dicatat di dalam sejarah. Namun teorinya terbukti tidak benar. Dia berteori bahwa sperma laki-laki bertindak sebagai semacam lem untuk menggumpalkan darah menstruasi wanita. Dan berasal dari pembentukan darah menstruasi wanita, maka embrio manusia terbentuk.
Dia berterori layaknya tersebut dikarenakan menurut pengamatannya, ketika perempuan hamil, maka periode menstruasi bulanannya berhenti. Gara-gara periode menstruasinya berhenti, maka darah menstruasi menggumpal didalam rangka membentuk janin manusia. Pasti saja di zaman sekarang, kami paham bahwa teori Aristoteles keliru.
Apalagi di akhir abad ke-18, seorang pria yang bernama Hartsoeker mengaku udah lihat sperma bermacam binatang lewat mikroskop kunonya. Dan di didalam sperma, dia mengaku dapat saksikan tersedia seorang bayi kecil yang tengah meringkuk. Demikian pula ia mengaku bahwa di didalam sperma jerapah ia mampu menyaksikan tersedia jerapah kecil di dalamnya bersama leher yang panjang, dan di di dalam sperma kelinci tersedia kelinci kecil yang tengah tertidur, dan sebagainya. Teori ini dikenal sebagai teori praformasi. Pasti saja terhadap zaman modern kami memahami bahwa teori tersebut keliru. Lebih-lebih bagi kami di zaman modern layaknya sekarang, teori-teori mereka memicu kami tertawa.
Dan itulah teori-teori yang tak terhitung berkembang terhadap abad ke-18. Baru terhadap abad ke-19, para ilmuwan mulai tahu termin-termin pertumbuhan embrio manusia bersama seksama. Sekarang yang mendambakan kami periksa adalah: Apa yang Al-Qur’An firmankan? Kecuali Al-Qur’An tersebut dikarang oleh Nabi Muhammad, maka tentunya akan mencerminkan teori bodoh terhadap zamannya.
Menjadi mari kami baca surat ke-23 berasal dari Al-Qur’An, ayat 12 hingga 14. Bunyinya adalah sebagai berikut:
“Dan sesungguhnya Kita sudah menciptakan manusia berasal dari sebuah saripati (Berasal) berasal dari tanah.  Sesudah itu Kita jadikan saripati tersebut air mani(yang disimpan) di dalam area yang kokoh (Rahim). Sesudah itu air mani tersebut Kita jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah tersebut Kita jadikan segumpal daging, dan segumpal daging tersebut Kita jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang tersebut Kita bungkus bersama dengan daging. Lantas Kita jadikan dia makhluk yang (Berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
(Q.S. Al-Mu’Minuun:12-14)
Didalam surat Al-Mu’Minuun ayat 12, ini membicarakan mengenai penciptaan Nabi Adam A.S. Allah mengambil tanah liat berasal dari beraneka area di muka bumi, lantas Allah membentuk tanah liat ini jadi manusia dan dia beri tambahan ruh kepadanya agar Adam A.S. pun tercipta. Dan berasal dari tulang rusuk Nabi Adam, terciptalah Hawa.
Yang menarik adalah kata bahasa Arab untuk menjelaskan air mani di dalam ayat di atas adalah nutfa. Dan Nabi S.A.W. bersabda bahwa nutfa signifikan tetesan kecil yang dikeluarkan  laki-laki dan perempuan. Didalam hadist, Nabi juga menyebutkan bahwa nutfa tercampur. Menjadi nutfa yang merupakan tetesan air mani dan sel telur telur, keduanya tercampur. Menjadi Nabi menyebutkan bahwa manusia berasal berasal dari pria dan wanita . Ini udah bertentangan bersama dengan teori-teori yang lazim terhadap zaman tersebut.
Lantas daerah yang kokoh (Rahim) didalam bahasa arabnya adalah alaq. Kata alaq mempunyai tiga makna, yaitu suatu benda yang inheren, gumpalan darah, dan benda layaknya lintah. Lebih-lebih ketiga hal ini secara seksama menggambarkan termin pertama pertumbuhan embrio manusia. Sesudah pembuahan telur, suatu blastosis berkembang, yang eksterior vili nya memang inheren erat terhadap uterus di didalam rahim. Dan sesudah itu dia berubah menyerupai objek layaknya lintah. 
Kecenderungan ini sahih-sahih luar biasa, bukan sekedar di dalam penampilan namun juga didalam sifatnya, sebab lintah mengambil darah berasal dari inangnya, begitu juga termin alaq mengambil nutrisi dan darah berasal dari si ibu.
Menjadi kata alaq menggambarkan bersama tepat pertumbuhan pertama embrio manusia. Bukan barangkali seorang manusia mampu sadar hal-hal ini terhadap jaman 1.400 year yang lalu, dikarenakan termin pertumbuhan embrio sekedar mampu diamati bersama mikroskop yang canggih. Tetapi klarifikasi yang disebutkan di dalam Al-Qur’An begitu seksama.
Sesudah itu disebutkan bahwa termin alaq berkembang jadi termin mudra yang penting layaknya sepotong daging yang dikunyah. Nabi Muhammad S.A.W., juga bersabda bahwa terhadap termin mudra ini tersedia beberapa yang telah terbentuk dan beberapa kembali belum terbentuk. Dan terkecuali kamu menyaksikan terhadap termin ini, memang janin manusia tampak persis layaknya sepotong daging yang dikunyah.
Sesudah itu disebutkan bahwa tulang mendahului pertumbuhan daging. Menjadi tulang terlebih dahulu terbentuk dan sesudah itu  daging membalutnya, dan jangka pas antara perkembangan tulang dan daging berdekatan. Ini terlampau menarik gara-gara kata yang digunakan Al-Qur’An adalah kata yang perlihatkan kecepatan: sebuah hal yang diikuti oleh hal lainnya didalam jangka saat yang berdekatan. Ini terlampau menakjubkan dikarenakan struktur berasal dari kata-kata di di dalam Al-Qur’An disesuaikan bersama dengan termin-termin pertumbuhan embrio manusia.
Dan sesudah itu Nabi Muhammad S.A.W. bersabda:
“Ketika empat puluh dua malam sudah berlalu, lantas Allah mengirimkan seorang malaikat untuk membentuk telinga, mata, kulit, daging, tulang dan lantas dia berkata: ‘Ya Tuhan, apakah anak ini dijadikan laki-laki atau perempuan?’ Dan Tuhanmu memutuskan apa yang Dia idamkan dan lantas malaikat mencatatnya.”
Ini merupakan fakta. Para dokter bukan dapat menentukan type kelamin janin hingga hari ke-40. Bagaimana bisa saja info ini diketahui seseorang yang hidup di gurun 1.400 th yang lalu?
Sesudah itu kami akan lanjut membahas fakta-fakta ilmiah berikutnya. Di dalam Alquran surat Az-Zumar ayat 6 dijelaskan, manusia diciptakan di dalam tubuh ibunya di dalam tiga tahapan. Berikut ini ayatnya:
“Dia menciptakan anda berasal dari seorang diri sesudah itu Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia turunkan untuk anda delapan ekor yang berpasangan berasal dari binatang ternak. Dia menjadikan anda di dalam perut ibumu kejadian demi kejadian di dalam tiga kegelapan. Yang (Berbuat) demikian tersebut adalah Allah, Tuhan anda, Tuhan Yang punya kerajaan. Bukan tersedia Tuhan (Yang berhak disembah) tak sekedar Dia; maka bagaimana anda mampu dipalingkan?” (Q.S. Az-Zumar:6)
Pertumbuhan pengetahuan Hayati modern sudah berhasil mengungkap petunjuk berasal dari ayat tersebut. Untuk kalimat “Dia menciptakan anda berasal dari diri yang satu, lantas darinya Dia jadikan pasangannya dan Dia turunkan delapan pasang fauna ternak untukmu.” Ini wajib dijelaskan bersama dengan pengetahuan hayati kedokteran reproduksi manusia. Sel telur yang baru dibuahi oleh sperma akan membentuk sel tunggal (“Diri yang satu”) yang didalam pengetahuan kedokteran disebut sebagai Zigot. Sesudah itu antara 12 sampai 20 jam sehabis pembuahan, zigot akan membelah jadi dua (“Dia jadikan pasangannya”). Sambil membelah dan membelah ulang, zigot juga bergerak melintasi tuba falopi, menuju rahim. Zigot akan tetap membelah membentuk bola padat sebesar ujung jarum pentul. Terhadap tahapan ini,pengetahuan kedokteran menyebutnya sebagai Morula, yang terdiri atas 16 sel (“Delapan pasang binatang ternak”), yang lantas membelah kembali jadi 32 sel. Istilah “Fauna ternak” tersebut terjemahan yang bukan tepat, sebenarnya tersebut mengacu terhadap “Sesuatu yang hidup dan berkembang biak”.
Perkembangan bayi di didalam rahim melewati tiga termin (Tiga kegelapan). Al-Qur’An mengenakan istilah ‘Kegelapan’ gara-gara memang proses penciptaan manusia di dalam perut ibu berjalan di di dalam rahim yang gelap. Termin-Termin tersebut, pertama, termin Pre-Embrionik, zigot tumbuh membesar lewat pembelahan sel lantas jadi segumpalan sel yang membenamkan diri terhadap dinding rahim. Bersamaan perkembangan zigot, sel-sel penyusunnya mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk tiga lapisan.
Kedua, termin Embrionik yang terjadi lima setengah minggu. Bayi terhadap termin ini disebut “Embrio”. Organ dan platform tubuh bayi juga mulai terbentuk.
Ketiga termin fetus yang dimulai semenjak kehamilan bulan 8 sampai lahir. Terhadap termin ini bayi sudah menyerupai manusia bersama dengan paras, kedua tangan dan kakinya.

Sehabis membaca klarifikasi di atas, pasti kami seluruh paham bahwa Nabi Muhammad S.A.W. memang seorang Rasul Allah, sebab bukan bisa saja orang yang hidup terhadap era 1.400 th yang lalu, memahami seluruh berita menakjubkan ini.

Jangan Lupa Share Lur !!!

Leave a Reply