Bukti Keaslian Al-Qur’an

Rakyat di zaman Nabi Muhammad S.A.W. menyebarkan info bersama dengan lisan. Mereka saling mengirimkan info berasal dari mulut ke mulut. Info yang mereka dapatkan juga diwariskan berasal dari generasi ke generasi. Menjadi bersama cara ini, berita yang tersebar mampu diingat didalam pikiran mereka.
Mari kami baca firman Allah didalam surat Al Israa’ ayat 106 yang berbunyi: &Nbsp;
“Dan Al Quran tersebut udah Kita menurunkan bersama dengan berangsur-angsur supaya anda membacakannya perlahan-huma kepada manusia dan Kita menurunkannya bagian demi bagian.” (Al Israa’:106)
Menjadi Al-Qur’An adalah suatu kitab yang dibagi jadi lebih dari satu bagian dan diwahyukan secara bertahap. Al-Qur’An diwahyukan secara bertahap dikarenakan bersama cara ini Al-Qur’An orang-orang semakin mengingat Al-Qur’An. Tuhan mewahyukan sebagian ayat Al-Qur’An terhadap kala eksklusif, yang dilatarbelakangi momen eksklusif, sesudah itu Rasulullah S.A.W. dan orang-orang menghafalkan ayat-ayat tersebut. Dan para sahabat yang pintar menulis diperintahkan Rasulullah untuk menuliskan ayat-ayat Al-Qur’An di dalam perkamen, pelepah kurma, kulit fauna, atau papirus sebab Rasulullah buta huruf. Apalagi amat sedikit orang Arab terhadap zaman tersebut yang dapat membaca &Amp; menulis.
Namun kebanyakan orang menghafal ayat-ayat Al-Qur’An. Mereka juga mengajarkan dan mempraktekkan ayat-ayat tersebut didalam kehidupan mereka. Menjadi ini miliki dampak ganda: menghafal ayat-ayatnya dan mempraktekkannya. Inilah tidak benar satu hikmah Al-Qur’An yang diturunkan secara bertahap. Ini penting praktek agama Islam boleh dikerjakan secara bertahap gara-gara ini disesuaikan bersama dengan karakter manusia, benar-benar sulit kami berubah secara impulsif.
Dan Allah memudahkan bacaan Al-Qur’An supaya orang-orang  bisa menghafalnya. Dan ini adalah fakta yang luar biasa: Al-Qur’An udah dihafal ratusan juta orang selama berabad-abad. Sehingga Al-Qur’An semakin inheren terhadap ingatan orang-orang, Nabi Muhammad dan imam-imam yang memimpin shalat di Madinah terhadap era tersebut juga membaca Al-Qur’An bersama melodi nyaring di dalam shalat lima pas.
Dan di bulan Ramadhan, Nabi Muhammad S.A.W. mengkhatamkan Al-Qur’An. Lebih-lebih ini telah jadi tradisi umat Islam hingga sekarang, yaitu mengkhatamkan Al-Qur’An di bulan Ramadhan.&Nbsp;
Nabi Muhammad S.A.W. juga menganjurkan umat Islam untuk menghafal Al-Qur’An. Tersedia sebuah momen ketika dua sahabat dekat Nabi Muhammad meninggal terhadap pas yang mirip, dan Nabi Muhammad beri tambahan penguburan pertama dan posisi yang paling terhormat untuk orang yang paling hafal Al-Qur’An. Lebih-lebih orang yang paling dianjurkan jadi Imam adalah yang lebih hafal Al-Qur’An.
Rasulullah S.A.W. juga menganjurkan menghafalkan ayat-ayat atau surat eksklusif. Misalnya sebelum hari Jumat, Nabi Muhammad benar-benar menganjurkan membaca surat Al-Kahfi. Nabi S.A.W. juga bersabda bahwa surat Yasin adalah jantung Al-Qur’An. Dia bersabda bahwa Surat Al Baqarah dan Ali Imran akan jadi syafaat terhadap hari kiamat bagi orang-orang yang menghafalnya.
Menjadi seluruh ini menambahkan semangat bagi orang-orang agar mereka menghafal ayat-ayat Al-Qur’An. Dan perlahan-huma, Al-Qur’An selanjutnya menyatu di dalam pikiran dan hati umat muslim.
Terhadap pas Nabi Muhammad S.A.W. meninggal, tersedia segudang hafiz (Para penghafal Al-Qur’An). Para hafiz benar-benar dihormati didalam kalangan umat muslim. Dan metode penghafalan Al-Qur’An ini diturunkan berasal dari generasi ke generasi sampai sekarang. Kami menyebutnya sebagai konsep Mutawatir.
Apa artinya Mutawatir? Artinya tersedia begitu berlimpah orang yang sudah menceritakan suatu kisah di segudang daerah agar terlalu bukan bisa saja orang-orang yang terkumpul dengan ini melaksanakan kesalahan. Misalnya, tersedia seribu orang, dan masing-masing berasal dari seribu orang itu mengajarkan seribu orang kembali, dan masing-masing seribu orang tersebut mengajarkan seratus orang ulang. Dapatkah kamu bayangkan berapa ratus ribu orang yang sudah diajarkan? Dan apakah barangkali orang-orang yang terlalu tak terhitung ini melaksanakan kesalahan? Bukan barangkali. Dan penyebaran Al-Qur’An lewat lisan bersifat mutawatir,  tersedia begitu segudang orang yang udah meriwayatkan, supaya bukan kemungkinan mereka jalankan kesalahan. Tiap-tiap ayat berasal dari Al-Qur’An sampai ke era sekarang dihafalkan oleh ratusan juta orang lewat konsep mutawatir.
Begitu pula ketika seseorang idamkan jadi seorang hafiz Al-Qur’An, mereka mesti diajarkan guru mereka bersama cara spesifik. Mereka kudu studi pengetahuan Tajwid. Tajwid adalah pengetahuan yang membahas mengenai huruf-huruf Al-Qur’An.&Nbsp; Dan untuk menguasai pengetahuan tajwid, mereka mesti studi terhadap seorang ulama. Dan umumnya, guru-guru yang punya keahlian didalam bidang Tajwid, punyai siswa yang studi selama kira-kira tiga hingga enam year,  terkadang malah lebih berasal dari tersebut. Murid itu baru boleh membaca Al-Qur’An di muka generik sehabis bersama dengan terlalu teliti diperiksa oleh gurunya. Guru itu perlu memastikan bahwa muridnya bisa membaca Al-Qur’An bersama tepat dan sahih.  Ketika seorang siswa udah mencapai kemahiran, maka sang ulama akan memberi mereka tazkia, suatu persetujuan tertulis yang vital murid itu boleh membaca dan mengajarkan cara membaca Al-Qur’An. Menjadi bersama adanya pengetahuan tajwid lebih memastikan bahwa bukan kemungkinan Al-Qur’An mengalami rusaknya.
Bahasa Arab juga merupakan bahasa yang hidup. Orang-Orang masih berbicara di dalam bahasa Arab di zaman modern ini. Menjadi mereka mampu membaca Al-Qur’An dan sadar isinya. Ini juga terlampau signifikan didalam mendukung penghafalan Al-Qur’An. Apalagi di Masjid daerah saya bekerja, tidak benar satu imam disana udah hafal Al-Qur’An terhadap kala ia berusia tujuh th. Sebuah hal yang benar-benar luar biasa!
Inilah keliru satu mukjizat Al-Qur’An. Menjadi Al-Qur’An terjaga keasliannya lewat penyebaran lisan &Amp; metode penghafalan Al-Qur’An. Lebih-lebih para cendekiawan yang tidak Muslim pun sudah mengakui mengenai hal ini. Aku akan membacakan komentar berasal dari sebagian orientalis (Sarjana non-muslim) yang mempelajari Al-Qur’An.&Nbsp;
Saya akan membacakan komentar berasal dari A.T. Welch:&Nbsp;
“Bagi umat Islam, Al-Qur’An bukanlah hanyalah kitab atau tulisan kudus yang biasa. Ini dikarenakan selama berabad-abad, Al-Qur’An disebarkan di dalam bentuk lisan, yaitu suatu bentuk yang pertama kali diucapkan oleh Muhammad kepada para pengikutnya selama periode kurang lebih dua puluh tahunan, dan wahyu ini lantas dihafal oleh lebih dari satu pengikut Muhammad selama dia hidup. Dan tradisi lisan yang unik ini konsisten menerus dihafalkan sepanjang sejarah, di dalam cara yang terlampau baik melebihi cara mempertahankan keaslian Al-Qur’An bersama menuliskannya. Selama berabad-abad, penyebaran Al-Qur’An lewat lisan, secara total sudah dipertahankan oleh para pembaca profesional, yaitu para Qura’Ah. Hingga sekarang, pentingnya cara membaca Al-Qur’An sporadis dihargai didalam global Barat.” (A.T. Welch)
Orientalis terkemuka yang bernama Kenith Crag, berkomentar: 
“Al-Qur’An barangkali satu-satunya kitab, terhitung (Kitab) agama atau sekuler, yang total isinya dihafal oleh jutaan orang. Kenyataan penghafalan Al-Qur’An ini vital ayat-ayat Al-Qur’An udah melintasi berabad-abad tahunan didalam garis tak terputus sebagai bentuk darma umat muslim. Gara-gara tersebut, kitab ini bukan sanggup diklasifikasikan sebagai dokumen kuno atau dokumen sejarah jaman lalu. Faktanya, Hifz (Metode menghafal Al-Qur’An) menjadikan Al-Qur’An jadi milik umat Muslim sepanjang zaman dan membuatnya jadi amat bernilai di tiap tiap generasi umat muslim. Hal ini menjadikan Al-Qur’An bukanlah sesuatu yang asing atau milik  kalangan orang eksklusif saja.”  (Kenith Craig
Ini adalah pernyataan yang terlampau mendalam &Amp; vital, dikarenakan fakta ini semakin memperkuat bahwa Al-Qur’An tidak sekedar cuman tulisan biasa, Al’Quran adalah sesuatu yang hidup. Metode penghafalan yang berkesinambungan sebabkan Al-Qur’An begitu hidup di di dalam hati, pikiran, &Amp; kehidupan sehari-hari umat muslim.
Apalagi seorang rahib pun udah mengakui bahwa Al-Qur’An bukan kemungkinan rusak. Saya akan membacakan komentar seorang rahib yang bernama Boswell Smith di dalam bukunya yang berjudul “Muhammad and Muhammadenism.”
“Kesimpulannya, kami punyai suatu kitab, yang sahih-sahih unik di dalam asal-usulnya &Amp; metode cara mempertahankan keasliannya begitu kuat supaya bukan seorang pun yang sanggup meragukannya.” (Boswell Smith
Tersedia segudang orang yang berusaha untuk melemparkan rekaan dan tuduhan mengenai keaslian Al-Qur’An. Tetapi belum tersedia yang bisa beri tambahan sanggahan yang kuat, dikarenakan metode penghafalan Al-Qur’An ini begitu baik, metode ini mengakibatkan Al-Qur’An terus terjaga keasliannya.
Dan yang meningkatkan bukti bahwa Al-Qur’An tersebut masih utuh tanpa tersedia rusaknya adalah platform hifz. Ini merupakan platform penghafalan Al-Qur’An yang benar-benar luar biasa. Lebih-lebih saya sendiri dulu mengalaminya. Terhadap bulan Ramadhan, umat Islam berkumpul untuk shalat Tarawih. Biasanya kami dipimpin oleh seorang Imam yang sudah hafal semua Al-Qur’An. Dan biasanya, juga tersedia lebih dari satu makmum yang hafal ayat-ayat Al-Qur’An yang tengah Imam baca atau barangkali mereka juga orang-orang yang hafal total Al-Qur’An (Hafiz Qur’An).&Nbsp;
Dan, walaupun amat sporadis, tapi imam terkadang menyebabkan kesalahan. Ini memang udah jadi pembawaan manusia, gara-gara manusia memang bukan paripurna, manusia terkadang memicu kesalahan dan lupa. Tetapi kecuali sang Imam berbuat kesalahan atau lupa, maka akan terdengar nada berasal dari para makmum yang mengingatkan bacaan Imam itu. Menjadi bersama ini, maka proses penghafalan lisan &Amp; penyebaran Al-Qur’An jadi semakin kuat.
Dan Allah sendiri udah berfirman: 
Inna nahnu nazalna al thikr wa inna lahu wa hafidzun – “Sesungguhnya Kita sudah mewahyukan pengingat (Al-Qur’An) &Amp; Kita akan menjaganya.”
Kesimpulannya adalah, Al-Qur’An adalah suatu mukjizat yang hidup, Allah selalu aktif didalam mempertahankan firman-nya didalam hati dan ingatan umat muslim. Apakah tersedia kitab lain di global yang layaknya ini? Pasti hanyalah Al-Qur’An yang punya mukjizat layaknya ini.
Youtube Channel Lampu Islam: Youtube.Com/C/Lampuislam
Instagram Lampu Islam: Instagram.Com/Lampuislam (@Lampuislam)
Page Facebook Lampu Islam: Facebook.Com/Lampuislam&Nbsp;&Nbsp;
Google + Lampu Islam: Plus.Google.Com/+Lampuislam

Silahkan baca artikel berikutnya: Bukti Keaslian Hadist Nabi Muhammad S.A.W.

Jangan Lupa Share Lur !!!

Leave a Reply