Apakah Muhammad S.A.W. Benar-benar Seorang Rasul?

Alhamdulillahirabbilalamin Allahumma shalli ala Muhammadin wa ala alihi wa shahbihi wa sallam
Tidak benar satu cara mengetes kebenaran berasal dari orang yang mengaku beroleh wahyu Tuhan adalah bersama dengan menganalisis kehidupan orang itu. Menjadi kami akan meneliti kehidupan Nabi Muhammad S.A.W.&Nbsp;
Tersedia tiga varian barangkali di dalam persoalan ini: 
Mungkin pertama adalah orang itu pembohong dan dia sengaja mengelabui orang. Sejalan berjalannya pas kebohongannya akan terlihat oleh orang lain, maka berasal dari tersebut dia kudu lakukan sesuatu untuk menutupi kebohongannya.
Mungkin kedua adalah orang ini jujur dan sahih-sahih yakin bahwa dia terima wahyu berasal dari Tuhan, tetapi dia berhalusinasi. Dia barangkali menderita semacam penyakit kejiwaan, namun orang tersebut bersama dengan jujur dan sahih-sahih yakin bahwa dia adalah utusan Tuhan, bukan memanipulasi. Dan orang semacam ini juga akan terlihat kepribadian yang sebenarnya sejalan berjalannya kala.
Bisa saja ketiga adalah pasti saja orang tersebut memang sahih-sahih terima wahyu berasal dari Tuhan.
Kami akan meneliti kehidupan Nabi Muhammad S.A.W. lantas pada akhirnya kami akan mulai membahas argumen berasal dari musuh-musuh Islam berkaitan Nabi Muhammad. Dikarenakan memusuhi Islam, pasti saja mereka bukan terima Muhammad S.A.W. sebagai seorang Rasul, menjadi mereka kudu melacak klarifikasi yang lain mengapa Islam jadi demikian adanya, bagaimana kabar didalam Alqur’An jadi demikian adanya, bagaimana kami menjelaskan kehidupan, ajaran Nabi Muhammad, dan Islam.
Dan orang yang pertama kali menentang Islam adalah John berasal dari Damaskus. John berasal dari Damaskus adalah seorang biarawan yang pertama kali menulis agresi kepada Nabi Muhammad. Pasti saja didalam kehidupan Nabi Muhammad dia mengalami segudang serangann dan makian oleh suku Quraisy namun inilah agresi didalam bentuk tulisan yang pertama diterima Nabi Muhammad, apalagi tulisan John berasal dari Damaskus ini masih tersedia hingga sekarang. john berasal dari Damaskus tunjukkan bahwa Nabi Muhammad sebatas mengarang Islam, dia seorang pembohong, dan untuk menjelaskan kabar yang terkandung di dalam ayat-ayat Al-Qur’An, John berasal dari Damaskus mengatakan bahwa Nabi Muhammad mendapatkannya berasal dari rahib-rahib yang pakar didalam bidang sejarah dan sekte Kristen eksklusif. Menjadi inilah teori John berasal dari Damaskus
Tetapi, sebagian penulis modern udah laksanakan pendekatan yang serupa namun mereka mengemukakan teori pertengahan yang kami sebut bersama “Teori garis perak”. Mereka mengatakan bahwa Muhammad S.A.W.-Lah yang mengarang-ngarang Islam tetapi tujuannya baik. Dia mengarangnya sebab kaumnya tengah di dalam keadaan buruk dan dia mengidamkan laksanakan perubahan pada keadaan tersebut, menjadi dia memutuskan bahwa menyembah Tuhan yang semata-mata satu dan membuang penyembahan dewa-dewa adalah cara paling baik untuk lakukan perubahan. tetapi hal ini masih meninggalkan pertanyaan berkaitan bagaimana kemungkinan Muhammad S.A.W. memperoleh berita yang terkandung didalam Alquran. Hal ini masih menyisakan dalil bahwa dia tentu mengarangnya, dia tentu meraih info ini berasal dari sebuah area. Menjadi ini teori yang dikemukakan oleh lebih dari satu penulis yang bukan yakin bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Tuhan.
Penulis lainnya lakukan pendekatan yang berbeda. Mereka menyelidiki kehidupan Nabi Muhammad dan mereka mengatakan bahwa segala yang bisa kami menonton perihal Nabi Muhammad berasal dari karakternya, berasal dari kepribadiannya, berasal dari cara dia bersikap, yang dia menunjukkan kepada istrinya, sahabat-sahabatnya, dan orang-orang di sekitarnya, perlihatkan bahwa orang ini sahih-sahih yakin bahwa dia adalah utusan Tuhan gara-gara dia bukan berperilaku dan bukan mempunyai karakter seperti seorang penipu.
Lebih-lebih, dia dikenal di kalangan kaumnya dikarenakan cii-ciri terpercaya dan kejujurannya. Lebih-lebih nama yang diberikan orang-orang Pagan Arab (Orang-Orang Arab penyembah berhala) sebelum dia mengakui kenabiannya adalah Al-Amin yang penting orang yang jujur dan sanggup dipercaya. Dan ciri ini tetap ditunjukkan Nabi Muhammad sepanjang hidupnya. Kami bukan menemukan kepribadian ganda atau tipu energi didalam kepribadiannya. Menjadi mereka mengatakan “Bukan barangkali Nabi Muhammad seorang pembohong, bersama dengan begitu kita yakin bahwa dia berhalusinasi, dia menderita penyakit jiwa yang membuatnya yakin bahwa dia adalah seorang nabi, tetapi dia adalah seorang yang jujur walaupun penyakit jiwanya sebabkan dia yakin seakan-akan dia adalah rasul Tuhan.” Itulah yang mereka klaim, bersama begitu mereka berpendapat bahwa Nabi Muhammad menderita semacam penyakit jiwa.
Sekarang, yang membuatnya menarik adalah ketika kami membawa kedua klarifikasi ini didalam kehidupan nabi Muhammad, maka kami akan menemukan persoalan. Dan masalahnya adalah ketika kami membandingkannya satu mirip lain, sebenarnya kedua teori ini saling bertentangan satu mirip lain. 
Teori pertama mengatakan bahwa kami perlu menjelaskan berita di dalam Alqur’An. Kami mesti menjelaskan ilmu yang begitu menakjubkan berkaitan teologi, filosofi, hukum, agama, sejarah, pengetahuan ilmu, dan semuanya dijabarkan secara memahami di di dalam ayat-ayat Al-Qur’An. Darimana ilmu dan kabar ini berasal? Mereka mengatakan bahwa Nabi Muhammad S.A.W studi berasal dari seseorang namun terhadap kenyataannya Nabi Muhammad S.A.W. adalah orang yang jujur dan sanggup dipercaya. Menjadi bersama dengan kata lain, mereka perlu mengatakan di satu sisi bahwa dia pembohong, tetapi mereka kudu menjelaskan kabar yang terkandung di dalam ayat-ayat Al-Qur’An.
Di dalam teori kedua, mereka wajib mengatakan bahwa dia berhalusinasi sebab itulah satu-satunya cara mereka sanggup menjelaskan kejujuran dan pembawaan sanggup dipercayanya. Tetapi pasti saja seseorang bukan mampu jadi pembohong dan menderita sakit jiwa terhadap pas yang seiring, kalian sebatas dapat memilih keliru satunya, namun mereka butuh keduanya untuk menjelaskan kehidupan nabi Muhammad.
Saya akan menjelaskannya lebih jauh. Terkecuali kamu sakit jiwa dan kamu berpikir bahwa kamu adalah utusan Tuhan, ketika seseorang bertanya terhadap kamu, ketika kamu berhadapan bersama kasus, kamu tak berpikir “Oh, biarkan aku berpikir dan bertanya pernah terhadap orang yang memberiku info” entah tersebut seorang rabbi, rahib, atau pengajar. Kalian bukan akan melakukannya gara-gara kalian berpikir bahwa Tuhan akan mewahyukannya terhadap kalian. Menjadi seorang yang berhalusinasi bukan akan melacak kabar berasal dari daerah lain gara-gara dia yakin bahwa Tuhan akan menjelaskannya terhadap mereka. Menjadi disini kami lihat ketidakmungkinan berasal dari kedua teori ini di dalam saat seiring.
Pasti saja cara untuk selesaikan teori yang berkonflik ini adalah bahwa info berasal dari Alqur’An yang berhubungan bersama teologi, filosofi, sejarah, dan pengetahuan ilmu, dan lain-lain tersedia sebab ilmu ini berasal berasal dari Tuhan. Dan kejujuran dan karakter terpercaya Nabi Muhammad tersedia gara-gara dia memang utusan Tuhan. Faktanya, inilah cara yang paling masuk akal untuk merampungkan kedua teori yang bertentangan ini Yaitu bersama menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad memang sahih-sahih utusan Tuhan.
Sekarang saya hanyalah mengidamkan mengenakan tiga kejadian di dalam kehidupan nabi Muhammad untuk membuktikannya. Pasti saja tersedia begitu tak terhitung kejadian yang mampu kami gunakan untuk membuktikannya, apalagi saya menganjurkan kamu untuk membaca sejarah kehidupan nabi Muhammad yang bisa dipercaya dan ditulis oleh seorang muslim. Saya percaya kalau kamu bersikap jujur dan tulus terhadap diri kamu sendiri, maka kamu akan yakin bahwa Muhammad S.A.W. sahih-sahih utusan Tuhan.
Saya mendambakan mengambil sebagian contoh. Contoh pertama yang menginginkan saya ambil adalah terhadap awal-awal jaman Islam, ketika Nabi Muhammad mulai berdakwah. Dan pemimpin berasal dari orang Arab Pagan (Orang Arab penyembah berhala) mulai mengerti bahwa Nabi Muhammad akan tetap berdakwah, apalagi makin tak terhitung orang-orang yang jadi muslim berasal dari kalangan budak, wanita, dan kaum miskin gara-gara merekalah orang-orang yang paling tertindas di dalam kehidupan rakyat Arab Pagan.
Menjadi paman Nabi Muhammad yaitu Abu Jahal mulai lihat bahwa Islam punyai potensi untuk merusak total struktur sosial dan standing quo mereka. Menjadi dia memberi penawaran kepada Nabi Muhammad. Dia berkata, “Kalau kau menginginkan jadi raja kita, kalau yang kau menginginkan bersama dengan memanggil orang-orang ke didalam agama Islam adalah untuk jadi raja kita, maka kita akan menjadikanmu raja kita. Terkecuali yang kau menghendaki adalah uang, bersama dengan begitu kita akan membuatmu jadi orang terkaya di antara kita. Kecuali kau dambakan wanita, siapapun wanita cantik yang kamu mengidamkan berasal dari suku Quraisy akan kita nikahkan denganmu. Dan kecuali kau menderita sebuah penyakit jiwa dimana kau merasa tersedia roh yang merasukimu, maka kita akan memberikanmu berapapun uang yang dibutuhkan dan melaksanakan apapun yang kita dapat sampai kau sembuh berasal dari penyakit ini.”
Menjadi jikalau kami memikirkan berkenaan tawaran ini, tiap-tiap tawaran yang bersifat duniawi ditawarkan disana. Kalau Nabi Muhammad termotivasi oleh segala keinginan duniawi atau hasrat duniawi, pastinya dia udah terima tawaran mereka dan merasa suka. Namun apa jawaban Nabi Muhammad S.A.W.? Didalam tidak benar satu buku sirat rasul disebutkan, “Wahai pamanku, jikalau kau menambahkan matahari di tanganku dan bulan di tangan yang lainnya, aku bukan akan berhenti menyerukan pesan ini (Menyerukan orang-orang ke di dalam Islam).” Atau di lain kala, dia berkata kepada pamannya, “Aku bukan mampu berhenti menyerukan pesan di dalam agama ini, walaupun terkecuali perlu membawa obor ke matahari dan menyalakannya.” Menjadi menyadari, Nabi Muhammad bukan termotivasi oleh hasrat duniawi.
Dan sekali kembali kami kudu mengajukan pertanyaan, apakah ini kelakuan seorang pendusta? Apakah ini kelakuan berasal dari seorang yang sakit jiwa?
Dan kejadian lain yang dambakan kita kisahkan adalah ketika Nabi Muhammad S.A.W. secara terang-terangan mulai memanggil orang-orang untuk masuk Islam. Suatu hal yang luar biasa berjalan ketika dia berdiri di puncak suatu bukit di Mekkah yang disebut bukit Saffar. Terhadap jaman tersebut, bukit Saffar adalah area dimana seseorang akan pergi dan berdiri di puncak bukit ini dan berseru kepada orang-orang kecuali Mekkah tengah diserang, untuk memberi peringatan bahwa kota Mekkah didalam situasi bahaya. Menjadi Nabi Muhammad pergi ke puncak bukit ini dan mulai berseru memanggil orang-orang. Agar tak terhitung yang singgah, orang-orang berasal dari tiap-tiap suku berkunjung, dan kecuali pemimpin sebuah suku bukan singgah, maka mereka akan mengirim perwakilan.
Menjadi ketika orang-orang udah berkumpul di hadapannya, Nabi Muhammad mulai menyebutkan sebutan suku-suku yang tersedia di Mekkah satu per satu “Wahai suku A dan B, wahai suku C dan D” memanggil tiap-tiap suku dan lantas dia berkata “Aku sudah mampir untuk memperingatkanmu berasal dari sanksi Tuhan yang amat buruk.” Ketika tidak benar satu paman Nabi Muhammad yang bernama Abu Lahab mendengarnya, dia mulai menghina Nabi, dia mencela Nabi Muhammad “Hai Muhammad, semoga wajahmu tertimbun pasir, inikah alasanmu membuang-buang saat kita? Kita seharusnya sudah mendapat uang di pasar dan kau membuang-buang sementara kita untuk mendengarkan ocehanmu ini?” Dan terhadap sementara tersebut, suatu ayat Al-Qur’An turun, yang berbunyi “Tabbat yada abi lahabiw watab…” makna berasal dari ayat ini kecuali diterjemahkan adalah “Kalian, wahai Abu Lahab dan istrimu, kalian berdua akan berada didalam barah neraka sebab kalian kafir.” 
Abu Lahab adalah seseorang yang bukan menyetujui apapun yang nabi Muhammad S.A.W. katakan. Lebih-lebih, ketika nabi Muhammad S.A.W. mencoba menyerukan orang-orang sehingga masuk Islam, Abu Lahab kerap mengikutinya berasal dari belakang dan berkata “Muhammad adalah pembohong, orang ini mencoba menyesatkanmu, jangan dengarkan perkataannya, akankah kau meninggalkan agama leluhurmu cuman sebab ocehan Muhammad?”&Nbsp;
Menjadi tiap tiap kali Nabi Muhammad S.A.W. mencoba untuk memanggil orang-orang kepada estetika agama Islam yang sahih ini, maka Abu Lahab menentangnya. Padahal Abu Lahab bisa menghancurkan Islam cuman bersama bersaksi bahwa bukan tersedia Tuhan tak sekedar Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-nya. Lantas dia mampu mengatakan “Aku seorang muslim sekarang, apa yang akan kau jalankan bersama dengan ayat Al-Qur’An yang mengatakan aku akan mati didalam kekafiran dan berada di dalam barah neraka?” Nyatanya selama sepuluh th, ayat Alqur’An ini dan Abu Lahab hidup berdampingan tetapi dia bukan dulu mengucapkan syahadat.
Akankah seorang pendusta bersikap layaknya tersebut? Akankah seseorang yang mengarang-ngarang sesuatu mulai menyebarkan kebohongan bersama dengan risiko yang begitu besar? Seseorang yang berbohong dan mengelabui akan amat berhati-hati ketika menipu sesuatu, tetapi ayat berasal dari Al-Qur’An ini tunjukkan kejujuran, ketulusan hati, dan kebenaran pesan Islam, yaitu untuk beriman kepada Allah dan Rasulnya atau kalian akan terima azab berasal dari Allah. Ketika Abu Lahab memprotes dan mulai menghina, maka ayat ini berkunjung berasal dari Allah kepada Nabi Muhammad. Kalau kamu sebatas menginginkan memanipulasi orang, saya rasa kamu bukan akan jalankan hal ini, gara-gara Abu Lahab mampu saja berpura-pura masuk Islam untuk mematahkan kebenaran ayat Al-Qur’An itu.
Menjadi ketika kami saksikan kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad, kami bukan lihat ciri seorang penipu dan pembohong, tetapi ketika kami meneliti Al-Qur’An, maka terkandung begitu segudang info-kabar yang menakjubkan, dan apalagi terdapat ayat-ayat yang menjelaskan fakta-fakta ilmiah yang baru saja ditemukan terhadap abad ini.
Sekarang tersedia satu kembali kejadian yang menginginkan saya sampaikan yang merupakan bukti yang kuat bahwa Nabi Muhammad tentu seorang utusan Allah. Dan ini berjalan lebih dari satu th berikutnya ketika beliau berada di Madinah.
Nabi Muhammad S.A.W&Nbsp; mengidamkan memiliki anak dan selanjutnya dia dianugerahi seorang anak yang rupawan yang diberi julukan Ibrahim. Tetapi ketika Ibrahim baru berumur enam bulan, bayi ini meninggal di pelukan Nabi Muhammad. Terhadap hari yang mirip, tersedia gerhana matahari berjalan. Bayangkanlah, anak Nabi Muhammad meninggal dan terhadap hari yang mirip berjalan gerhana matahari.
Lebih-lebih terhadap hari tersebut, ketika orang-orang masih terlampau yakin terhadap hal supernatural, mereka mulai berlari berasal dari tempat tinggal-tempat tinggal mereka ketika mendengar berita ini dan mereka saksikan gerhana matahari. Mereka berkata “Lihatlah, apalagi matahari jadi gelap gara-gara kematian anak Nabi Muhammad.”
Sekarang bayangkan, kecuali kamu sudah menghabiskan sekian th berbohong kepada orang-orang, mencoba mengelabui mereka atas sebutan Islam, pasti kamu akan mengatakan, “Lihatlah, udah kubilang terhadap kalian, ini adalah bukti berasal dari Tuhan” dan kecuali kamu sakit jiwa kamu akan mengatakan “Ya, inilah tanda berasal dari Tuhan untuk perlihatkan bahwa aku adalah utusan-nya.” Tetapi apa yang Nabi Muhammad melaksanakan? Dia malah berkata terhadap mereka, “Ini hanya matahari dan bulan. Mereka berlangsung sebab kehendak Allah, proses alami yang sudah Allah ciptakan. Gerhana matahari atau gerhana bulan bukan berlangsung sebab kematian atau kelahiran berasal dari siapapun, menjadi ketika kalian menyaksikan ini, berdoalah kepada Allah.”
Apakah ini kata-kata berasal dari orang yang sakit jiwa? Apakah ini kata-kata seorang pembohong? Pasti bukan, inilah kata-kata berasal dari orang yang sepenuhnya jujur, seorang utusan paling akhir yang juga merupakan rasul epilog berasal dari Tuhan, yang membawa petunjuk bagi umat manusia sampai hari kiamat. 
Dan berasal dari tulisan ini, semoga kamu mampu meneliti dan membaca Al-Qur’An, studi terkait kehidupan Nabi Muhammad, bersikap jujur, maka kita percaya bahwa kamu akan terima fenomena bahwa bukan tersedia yang patut disembah jikalau Allah Sang Pencipta dan Nabi Muhammad S.A.W. adalah Rasul epilog dan paling akhir berasal dari Allah. Semoga rahmat Allah dilimpahkan terhadap kamu dan semoga Dia menuntun kami ke didalam agama kebenaran.

Assalammualaikum wr. wb.

Jangan Lupa Share Lur !!!

Leave a Reply